Kunjungan ke TPKS Semarang

Kemarin pada tanggal 27 Mei 2015 kampus saya mengadakan kunjungan ke TPKS Semarang. Dalam rangka agar para taruna maupun Taruni bisa secara langsung melihat proses loading maupun unloading muatan peti kemas.

image

Ceritanya begini 😀 pukul 09.00 am. Kami semua sudah berkumpul di kampus dengan tenue pakaian orange – orange. Kemudian kami berangkat menuju ke pelabuhan menggunakan bus kampus. Continue reading

Advertisements

Kamus Kepelabuhanan dan Pelayaran

Selamat siang, beberapa waktu yang lalu Saya mendapatkan pembagian buku dari kampus saya. Ini merupakan kamus dari istilah istilah pelabuhan atau pelayaran. Dimana orang umum tentu tidak familiar dengan istilah –  istilah tersebut. Berikut adalah foto cover dari kamusnya.

image

Salah satu penulis dari kamus Ini adalah dosen Saya sendiri. Semoga Kamus Ini bermanfaat sebagai pembelajaran di kalangan taruna atau dosen.

Semarang, 1246 260515

Stowage of Cargo

Kali ini saya akan menulis tentang Stowage of Cargo, yaitu bagaimana cara menempatkan atau pemadatan muatan di atas kapal. Ini merupakan bagian yang cukup menegangkan dalam kegiatan di atas kapal, karena harus memperhatikan stabilitas kapal itu sendiri. Jadi kapal tidak boleh terlalu miring kekanan atau kekiri dan terjungkal depan atau belakang. Sehingga dalam proses muat di dermaga kapal tetap stabil. Dalam kegiatan ini pihak darat bekerja sama dengan Nahkoda atau mualimnya.

7_1_2-Photo

  1. Stowage : merupakan kegiatan pemadatan atau penempatan muatan dan penyusunan di atas kapal.
  2. Stowage Plan : sebelum muatan dipadatkan di atas kapal, harus dibuat dulu suatu rancangan pemadatan. Data yang dibutuhkan volume jumlah muatan yang akan dipadatkan sebelum kapal tiba.
  3. Stowage Factor : yaitu suatu angkan yang menunjukan besarnya ruangan yang dibutuhkan untuk 1 ton muatan. Angka ini dinyatakan dalam satuan cuft.

Sekian sedikit tulisan dari saya, semoga yang baca mengerti. hahaa 😀

 

Semarang 1452 250914

Peralatan B/M Dari/Ke Kapal

Dalam kegiatan pelayaran niaga tentu akan ada kegiatan memasukan atau membongkar muatan di kapal. Hal seperti ini pasti memerlukan alat bantu berupa derek atau crane. Kali ini saya akan menyebutkan beberapa jenis crane yang umum digunakan dalam kegiatan bongkar muat di kapal.

  1. Ship’s derrick : yaitu alat bongkar muat yang berada diatas kapal, umumnya kapasitasnya kecil antara 3-5 ton. Dan radius jangkauannya maksimal sampai dengan 6 meter.
  2. Shore crane : yaitu crane yang sebagai alat bongkat muat yang ditempatkan di pinggir dermaga dan bertumpu di atas rel. Bentuknya memanjang. Kapasitas 10 – 20 ton.
  3. Floating crane : yaitu alat B/M yang diletakkan di atas tongkang, digerakan oleh tug boat. Biasanya kapasitasnya besar hingga sampai 200 ton.
  4. Ship’s crane : yaitu alat B/M yang ada diatas kapal, crane jenis ini hampir mirip dengan ship derrick, hanya saja kapasitasnya yang lebih besar.
  5. Gentry Crane : yaitu crane yang khusus digunakan untuk bongkar muat container. Bentuknya seperti portal.
  6. Mobile crane : yaitu crane yang berada diatas ban atau rantai baja. crane ini sifatnya mobile.

Itulah beberapa jenis alat B/M yang umum digunakan untuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan atau kapal. Materi diatas saya dapatkan pada semeseter 1 dan 2.

Semarang 1456 240914

Pelayaran Niaga

Pelayaran Niaga merupakan kegiatan angkutan laut yang mempunyai nilai komersil untuk proses pemindahan penumpang atau barang menggunakan sarana kapal.

Pelayaran Niaga terdiri dari 2 macam yaitu :

  1. National domestic : Pelayaran yang masih dalam batas – batas territorial suatu Negara.
  2. International/ocean going : Pelayaran antar 2 atau lebih Negara.

Pelayaran Niaga itu sendiri merupakan suatu kegiatan yang sering hubungannya dengan kegitan ekonomi, sebab hampir semua transportasi ekspor atau pengiriman di dunia ini menggunakan transportasi laut, jadi wahana kapal tentu menjadi penting.

Materi perkuliahan ini saya dapatkan di semester 1 dan 2, untuk materi selanjutnya silahkan cari di blog ini. Terima Kasih.

 

Semarang 2102 150814

Pihak Yang Terkait Dalam Kegiatan Pelayaran Niaga

Pada semester satu dan dua kemarin saya mendapatkan materi yang sesuai dengan judul tulisan ini. Materi ini merupakan dasar pembelajaran. Sebab kita harus mengetahui pihak siapa saja yang terlibat dalam kegiatan pelayaran niaga ini. Kegiatan pelayaran niaga sendiri terjadi karena kebutuhan manusia yang harus dipenuhi, sedangkan barang atau muatan yang akan digunakan oleh manusia itu dipisahkan oleh perairan. Sehingga moda transportasi yang digunakan adalah kapal laut atau transportasi air lainnya. Secara umum ada 3 pihak yang terlibat dalam kegiatan pelayaran niaga, yaitu : 1. Shipper, 2. Carrier, 3. Consignee

 

carrier-shipper-blog-graphic1

 

Dari ketiga pihak itu, berikut akan saya jelaskan secara singkat peran dari ketiga pihak itu. Continue reading