Jatuh Bangun Taruna

Selamat siang untuk para pembaca sekalian. Kali ini saya akan share sedikit tulisan dari tutor saya. Berikut adalah beberapa tulisan dari tutor saya.

Untuk sebagian orang mendengar nama lembaga ini mungkin bukanlah hal yang baru, karena peminat calon mahasiswanya bisa terbilang banyak. Hal itu terbukti dari semakin meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar di akademi ini. Pendaftarnya tersebar dari seluruh Indonesia mulai dari sabang sampai merauke. Tak pelak lagi, akademi ini menjadi tempat bersatunya berbagai macam karakter, budaya, adat dan kepercayaan. Tentu saja jumlah mahasiswa itu masih didominasi dari pulau jawa khususnya jawa tengah.

AKPELNI (akademi pelayaran dan niaga Indonesia) merupakan salah satu akademi pelayaran swasta terbaik di Indonesia. Akademi yang telah berdiri sejak 17 September 1964 ini mempunyai tiga jurusan utama yaitu Tehnika, Nautika dan KPN. Akademi yang berlokasi di Jl. Pawiyatan Luhur II/17 Bendan Dhuwur Semarang ini tak henti-hentinya berbenah diri demi meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme lulusannya. Salah satu program pengembangan mahasiswanyaadalah the accelerated English course and training selama satu bulan penuh. Program ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa baru dimana mahasiswa diharuskan mengikuti kegiatan tersebut tanpa terkecuali.

Namun, ada sedikit perbedaan antara tahun 2011 dan 2012. Pada tahun 2012 Alifia membentuk 2 kelas khusus yaitu TOEFL dan Debate class dengan harapan kelas tersebut mampu mewadahi taruna yang mempunyai kemampuan diatas teman-temannya yang lain agar semakin meningkatkan kemampuan bahasa inggris mereka. Kerjasamapun berlanjut sampai saat ini, dimana ALIFIA INSTITUTE kembali membuat program khusus yaitu English Day at Dormitory. Nah, lewat program inilah penulis menemukan betapa susahnya menjadi seorang taruna. Bukan hanya hal makan, mandi, belajar dan tidur saja yang diatur tapi pembinaan fisik dan mental selalu menjadi ujung tombak akademi ini. Akademi yang berbentuk semi militer ini menekankan juga kerjasama, kekompakan, kekeluargaan dan disiplin. Tak terelakkan lagi, jika salah satu dari anggota taruna membuat kesalahan maka 1 kelas bisa menanggung semua getahnya.

Tak cukup hanya itu, pembinaan kedisiplinan, fisik dan mental dilakukan setiap hari bahkan setiap saat. Setiap akan masuk asrama, laporan sudah menjadi sebuah keharusan. Ditambah lagi inspeksi oleh senior-senior taruna dilaksananakan setiap malam. Sudah bisa dipastikan malam-malam taruna seakan-akan selalu menjadi mimpi buruk buat taruna baru. Mereka habiskan malam mereka dengan ketakutan akan senior mereka dan hukuman yang menghantui mereka setiap saat. Tak terbayangkan seperti apa sistem pendidikan yang benar-benar militer jika semi militer sudah seperti itu. Penulispun baru mengenal istilah taruna, junior, senior hanya ketika ada di AKPELNI yang sebelumnya tak pernah tau bahkan tak mau tau dengan sistem pendidikan semacam itu.

Itulah beberapa tulisan dari tutor saya.
Sumber : http://icl.googleusercontent.com/?lite_url=http://m.kompasiana.com/post/read/590988/1/jatuh-bangun-taruna-akpelni.html&ei=NDvjb6Pe&lc=id-ID&s=1

Semarang, 1505 180515

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s