Stowage of Cargo

Kali ini saya akan menulis tentang Stowage of Cargo, yaitu bagaimana cara menempatkan atau pemadatan muatan di atas kapal. Ini merupakan bagian yang cukup menegangkan dalam kegiatan di atas kapal, karena harus memperhatikan stabilitas kapal itu sendiri. Jadi kapal tidak boleh terlalu miring kekanan atau kekiri dan terjungkal depan atau belakang. Sehingga dalam proses muat di dermaga kapal tetap stabil. Dalam kegiatan ini pihak darat bekerja sama dengan Nahkoda atau mualimnya.

7_1_2-Photo

  1. Stowage : merupakan kegiatan pemadatan atau penempatan muatan dan penyusunan di atas kapal.
  2. Stowage Plan : sebelum muatan dipadatkan di atas kapal, harus dibuat dulu suatu rancangan pemadatan. Data yang dibutuhkan volume jumlah muatan yang akan dipadatkan sebelum kapal tiba.
  3. Stowage Factor : yaitu suatu angkan yang menunjukan besarnya ruangan yang dibutuhkan untuk 1 ton muatan. Angka ini dinyatakan dalam satuan cuft.

Sekian sedikit tulisan dari saya, semoga yang baca mengerti. hahaa 😀

 

Semarang 1452 250914

Pelindo III Jadi Host Pelatihan Maritim Internasional di Benoa

Pembukaan International Training Workshop on Marine Protected Area Governance yang  diselenggarakan di dermaga timur Pelabuhan Benoa itu berlangsung meriah dengan hiburan dari Marching Band yang dibawakan oleh MB Cinta Bahana Samudra dari Sekolah Tinggi Perikanan. Berbagai tamu undangan dari dalam dan luar negeri mulai memadati tempat acara dan tak lama kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan-Syarif Cicip Sutardjo memasuki area acara.

Pelatihan yang diadakan dalam rangka untuk mempersiapkan SDM handal dalam mengelola kawasan koservasi ini diadakan mulai tanggal 16-19 September di Bali. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan SDM yang terlatih dalam mengelola wilayah konservasi laut di Indonesia. Untuk mencipkatakan SDM yang terlatih dan handal harus dapat mencakup dua hal, yang pertama adalah rencana pengelolaan dan zonasi kawasan yang melibatkan kepentingan pemangku terkait. Kedua adalah implementasi operasionalisasi pengelolaan secara komprehensif termasuk komponen pendanaan berkelanjutan.

Continue reading

Peralatan B/M Dari/Ke Kapal

Dalam kegiatan pelayaran niaga tentu akan ada kegiatan memasukan atau membongkar muatan di kapal. Hal seperti ini pasti memerlukan alat bantu berupa derek atau crane. Kali ini saya akan menyebutkan beberapa jenis crane yang umum digunakan dalam kegiatan bongkar muat di kapal.

  1. Ship’s derrick : yaitu alat bongkar muat yang berada diatas kapal, umumnya kapasitasnya kecil antara 3-5 ton. Dan radius jangkauannya maksimal sampai dengan 6 meter.
  2. Shore crane : yaitu crane yang sebagai alat bongkat muat yang ditempatkan di pinggir dermaga dan bertumpu di atas rel. Bentuknya memanjang. Kapasitas 10 – 20 ton.
  3. Floating crane : yaitu alat B/M yang diletakkan di atas tongkang, digerakan oleh tug boat. Biasanya kapasitasnya besar hingga sampai 200 ton.
  4. Ship’s crane : yaitu alat B/M yang ada diatas kapal, crane jenis ini hampir mirip dengan ship derrick, hanya saja kapasitasnya yang lebih besar.
  5. Gentry Crane : yaitu crane yang khusus digunakan untuk bongkar muat container. Bentuknya seperti portal.
  6. Mobile crane : yaitu crane yang berada diatas ban atau rantai baja. crane ini sifatnya mobile.

Itulah beberapa jenis alat B/M yang umum digunakan untuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan atau kapal. Materi diatas saya dapatkan pada semeseter 1 dan 2.

Semarang 1456 240914

Taruna Madya

Akhirnya, hari -hari yang ditunggu- tunggu datang juga. Yaitu hari kenaikan tingkat atau pangkat bagi saya sendiri. Tadi pagi dilaksanakan di kampus pada hari sabtu. Setelah sehari sebelumnya PDU dengan baik. Upacara berlangsung sebagaimana mestinya. Seperti biasa geladi diadakan pukul 06.30 dan upacara dilaksanakan pukul 08.00 pagi. Kali ini yang ikut upacara hanya satu angkatan. dalam upacara ini juga ada penyematan tanda penghargaan IPK tertinggi untuk setiap program studi masing-masing. Berikut beberapa foto – foto selama upacara tadi pagi.

Jpeg

Pangkat yang baru Continue reading

Pemasaran VS Penjualan

Hari ini perkuliahan terasa padat sekali, setelah selesai apel pagi 07.30 pagi istirahat hanya sampai pukul 08.30 kemudian lanjut perkuliahan sampai jam 5 sore. Di pagi hari saya mendapatkan mata kuliah manajemen pemasaran jasa pelayaran , dosen pak Ridwan sedikit menerangkan tentang bagaimana perbedaan antara Pemasaran dan Penjualan. Berikut akan sedikit saya ulang apa yang diterangkan oleh pak Ridwan.

Penjualan.

  1.  Penjualan lebih menekankan kepada kegiatan produksinya atau volume dari produk yang terjual.
  2. Membuat produknya dulu baru menjualnya.
  3. Penjualan lebih berorientasi kepada volume atau banyaknya produk yang terjual.
  4. Penjualan hanya rencana jangka pendek.

Pemasaran.

  1. Menekankan kegiatan kepada bagaimana keinginan dari konsumen.
  2. Melakukan penelitian pada tingkat selera konsumen.
  3. Berorientasi pada laba total.
  4. Pemasaran memikirkan bagaimana jangka panjangnnya, supaya konsumen tetap percaya dan puas terhadap produk yang ditawarkan.

Umumnya produk ada 2 bagian yaitu produk fisik dan produk jasa.

Sekian dari saya, semoga tulisan diatas bermanfaat bagi pembaca. Terima Kasih.

 

Semarang 040914 2020